EVENT / Music / July 2020

Lirik Millenial, Ita Purnamasari Recycle Lagu Lawas

Generasi tahun 90-an tentu mengenal sosok Ita Purnamasari, bahkan agaknya tak berlebihan jika menyebutnya sebagai salah-satu diva di Tanah Air. Di tahun 1990-an, nama Ita begitu melambung seiring kesuksesannya membawakan lagu-lagu yang ia nyanyikan. Namun, seiring waktu berlalu nama Ita Purnamasari seolah tenggelam. Apalagi derasnya kehadiran penyanyi-penyanyi pendatang baru. Orang-orang pun seakan melupakan istri musisi Dwiki Darmawan tersebut.

 

Kondisi ini rupanya disadari oleh label HP Music. Ingin nama Ita Purnamasari kembali dikenal, HP Music dan penyanyi 53 tahun ini pun sepakat mendaur ulang lagu “Semua Jadi Satu” karya Deddy Dhukun.

 

“Lebih dari tiga dekade berkarya, mungkin banyak anak-anam zaman sekarang yang nggak kenal para penyanyi senior, termasuk saya. Lewat lagu ‘Semua Jadi Satu’, saya ingin kembali menyapa para penggemar musik indonesia,” ujar Ita Purnamasari, dalam konfrensi pers vitual, baru-baru ini.

 

Lagu “Semua Jadi Satu”

Pemilihan lagu “Semua Jadi Satu” bukan tanpa alasan. Sebelum merekam lagu ini, Ita Purnamasari kerap membawakan lagu ini di sejumlah panggung. Setiap ia menyanyikan lagu ini, diakuinya sambutan penonton pun luar biasa.

 

“Kami sempat konser di Java Jazz, pas mas Dian PP meninggal, kami nyanyi tribute. Banyak tanggapan positif. Saat konser sendiri pun sering bawa lagu ini. Dan kesampaian di 2020, di mana Pak Hadi Soenyoto (HP Music) sangat setuju pemilihan lagu ini,” ungkap Ita Purnamasari.

 

Bagian aransemen musik diserahkan kepada Tohpati. Gitaris kenamaan ini pun dituntut pintar meramu musik agar diterima masa kini, sekaligus tak menghilangkan ciri khas Ita Purnamasari. Ita selama ini dikenal sebagia lady rocker.

 

“Sebenarnya kan sudah ada beberapa kali lagu ini di-recycle, 3 Diva salah satunya. Yang jelas ada pesan dari Ita dan Dwiki, jangan tinggalkan karakter lady rocker-nya. Saya nggak bisa keluar dari jalur itu. Lain hal kalau dia bukan rock, pasti saya akan memberikan sesuatu yang berbeda. Tapi kalau Ita, rel-nya sudah jelas,” ungkap Tohpati.

 

Meski tak mau menghilangkan karakter Ita Purnamasari sebagai lady rocker, tapi bukan berarti Tohpati meminta sang penyenyi mengeluarkan suara tinggi melengking. Baginya, rock sekarang berbeda.

 

“Saya hanya meng-update dan me-refresh dengan sound yang lebih baru, lebih simple. Rock kan sekarang berkembang, nggak hanya hard rock aja,” jelas Tohpati.

 

Sambutan Pengamat Musik

Sementara bagi pengamat musik sekaligus wartawan senior, Bens Leo, menyambut baik kembalinya Ita Purnamasari dengan lagu “Semua Jadi Satu”. Lelaki 67 tahun ini mengaku tak sabar menantikan karya terbaru Ita Purnamasari.

 

“Ita ini dikenal sebagai penyanyi, kalau ngomong medok, tapi kalau nyanyi ilang medoknya. Selain itu pemilihan musisinya Tohpati, bukan suami, ini menarik sekali,” kata Bens Leo.

 

Bens mengungkapkan dirinya tak mau menggunakan istilah recycle pada lagu tersebut. Baginya, lagu “Semua Jadi Satu” ini merupakan lagu yang dikuatkan kembali melalui aransemen ulang.

 

“Bagi saya ini bagian kreatif dari para seniman,” sambung Bens Leo.

 

Ita Purnamasari pun berharap lagu “Semua Jadi Satu” ini diterima para pecinta musik Tanah Air. Ia juga mengatakan lagu tersebut sudah bisa dinikmati di seluruh

platform digital.

 

*Sumber: https://www.suara.com/entertainment/2020/07/17/170443/perkenalkan-diri-ke-milenial-ita-purnamasari-recycle-lagu-semua-jadi-satu

*foto: https://radarmalang.jawapos.com/latest-news/03/12/2017/30-tahun-berkarya-ita-purnamasari-persembahkan-buku-dan-konser/attachment/30-tahun-berkarya-ita-purnamasari-persembahkan-buku-dan-konser-2/