EVENT / Others / August 2018

Tanda Bully Seorang Istri Terhadap Suaminya

Biasanya bully (atau perundungan) hanya dikaitkan dengan tindakan penindasan anak-anak dan remaja di sekolah atau karyawan di tempat kerja. Tapi tanpa sadar kita pun bisa jadi korban bahkan pelaku bullying di rumah sendiri.  Nah, jika biasanya pihak perempuan yang jadi sorotan kasus bullying, kali ini kami uraikan tanda-tanda jika mereka (baca: istri) pun bisa jadi merupakan pelaku bullying terhadap suami.

Suami pun tanpa kita sadari bisa  jadi korban bullying! Yang sering terjadi, tindakan bully yang dilakukan adalah mental bullying atau mem-bully secara emosional. Berikut 6 tanda bahwa Anda sudah mem-bully suami sendiri di rumah.

 

Berbicara dengan Nada Meremehkan

Tanpa sadar, kita bisa jadi bicara dengan nada atau pilihan kosakata yang kurang mengenakkan pada suami saat kita kesal atau merasa lelah. Hati-hati, karena ini juga termasuk tindakan bullying . Bayangkan jika kita ada di posisi suami.

Kata-kata semacam itu mungkin terasa biasa saja, tapi jika dilakukan terus menerus, apalagi di depan orang banyak akan menunjukkan kurangnya respek kita terhadap suami.

 

Membentak Suami Di Depan Anak dan Tempat Umum

Kadang saat kita panik atau marah, sebuah bentakan bisa kita lontarkan pada suami dan kita anggap lumrah. Padahal, sebuah bentakan bisa melukai perasaan suami kita apalagi jika dilakukan di depan anak atau orang banyak.

Kata-kata seperti “Aduh, apa-apaan sih ini?! Kok nggak becus sih kerjanya!” sebaiknya disimpan dalam hati aja, sekesal apapun kita.

Suami kita juga punya harga diri, jangan sampai kita malah menciutkan harga diri suami sendiri di tengah orang banyak.

 

Mengabaikan Suami Saat Bicara

Saat kita kesal, seringkali kita memilih mogok bicara pada suami. Mendiamkan suami saat kita marah merupakan tindakan yang kekanakan.  Apalagi sikap cuek itu kita tunjukan terang-terangan di tengah acara keluarga atau saat berkumpul bersama teman. Daripada mogok bicara, lebih baik kita selesaikan masalah kita dengan suami secara baik-baik, bicara terus terang soal kekesalan kita pada suami.

 

Mengungkap Kekurangan Suami

Kata-kata seperti “Duh, Ayah, jerawatmu kok makin banyak sih itu? Makanya cuci muka yang bersih!” Atau “Ihh, perut Ayah kok buncit banget siiih. Genduuut!”

Bisa jadi kita anggap hal ini biasa atau hanya sekedar bercanda. Tapi hati-hati,. Kata-kata ledekan semacam itu bisa melukai perasaan suami, terlebih jika dilakukan di depan orang banyak.

 

Mengungkit Kekurangan Finansial

Jaman sekarang sudah biasa jika istri juga ikut bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. Bahkan banyak yang posisi kerjanya lebih tinggi dari suami. Tapi ingat, suami tetaplah posisinya sebagai kepala rumah tangga yang wajib kita hormati dan hargai, apa pun kondisinya. Jangan sampai karena kita merasa berpenghasilan lebih dari suami dan kita kesal dengan kekurangan finansial suami, kita jadi suka mengungkit-ungkit hal tersebut.

Kata-kata seperti “Nggak usah atur-atur aku deh, emang Anda yang bayarin ongkos jajan aku!” atau “Ayah kerjanya lebih rajin dong, biar kita nggak begini terus. Kapan punya rumah (atau mobil)nya jika gini terus?” lebih baik dihindari  agar keharmonisan keluarga tetap terjaga.

 

 Mengintimidasi Suami

Tindakan mengintimidasi suami juga termasuk tindakan bullying. Sikap kita yang menekan suami untuk mengabulkan keinginan atau melakukan sesuatu dengan cara kita bisa membuat suami stres. Jika ada sesuatu yang kita inginkan, alangkah baiknya jika kita komunikasikan dengan baik dan sama-sama mencari jalan keluarnya.

Nah, ada yang merasa melakukan tindakan bullying di atas? Lebih baik mulai sekarang dihentikan, agar keutuhan rumah tangga tetap terjaga. Meskipun apa yang kita lakukan tidak sampai tindak KDRT, tapi kekerasan verbal apalagi sampai melontarkan makian sama sekali tidak pantas kita lakukan.

Apapun kondisinya, suami kita adalah kepala keluarga yang wibawanya wajib kita jaga, bahkan saat tidak di depan orang lain. Apapun alasannya, bullying adalah tindakan yang tidak pantas kita lakukan. Belajar sabar, menghormati, ikhlas dan mengkomunikasikan segala sesuatu dengan baik pasti akan membuat rumah tangga Anda lebih bahagia dan harmonis.

 

*Sumber: https://www.hipwee.com/wedding/dear-para-istri-inilah-6-tanda-bahwa-Anda-telah-membully-suami/

*Foto: www.quotesandjokes.co.za/a-wife-got-so-mad-at-her-husband/