EVENT / Others / November 2018
Tips Merawat Gaun Pengantin Agar Awet Sepanjang Masa
Tidak sedikit para calon pengantin membeli gaun pernikahan untuk dipakai dan disimpan sebagai kenang-kenangan. Tidak sedikit pula mereka berpikiran untuk mewariskan gaun pengantin yang mereka beli untuk anak atau cucu mereka kelak. Untuk itu, amat penting untuk merawat gaun pengantin tersebut. Namun untuk merawat pakaian istimewa ini juga bukan perkara mudah. Paling tidak, Anda harus memahami jenis bahan gaun pengantin agar tidak salah dalam merawatnya. Berikut kami uraikan jenis bahan gaun dan cara merawatnya, seperti kami lansir pada laman thewedding.id ini:
Chiffon
Ciri khas utama chiffon ada pada bahannya yang tipis, transparan, dan memiliki permukaan yang cenderung licin. Oleh karena itu, jenis bahan ini paling cocok untuk model baju seperti drape atauu ruffle yang mencitrakan kesan feminin dan glamour pada si pemakai.
Jika bahan ini pula yang menjadi pilihan gaun Anda, rawat chiffon berbahan sutera dengan dry clean untuk menjaga pesonanya. Jika ingin mencuci secara manual, gunakan air hangat dan gunakan sabun yang tidak mengandung pemutih. Hindari pula mengeringkannya dengan mesin atau memerasnya. Cukup remas-remas ringan saja. Pun jangan mengeringkan di bawah terik matahari langsung. Cukup angin-angin dan keringkan dengan uap.
Saat menyimpan gaun berbahan chiffon, gunakan gantungan tebal atau ber-padding untuk mempertahankan bentuk dan teksturnya. Dengan begitu gaun pengantin akan tetap awet sampai anak cucu Anda bisa mewarisinya.
Organza
Memiliki tekstur tipis dan lembut, namun lebih kaku dan ber-volume dari chiffon, itu lah kain organza. Pada gaun pengantin, biasanya bahan ini digunakan sebagai ruffle dan memberi efek volume pada bagian skirt.
Perawatan bahan organza hampir mirip dengan bahan chiffon karena sama-sama terbuat dari sutra. Hanya saja hindari melipat dilemari dan menggantung dengan hanger berbahan besi mengingat tekstur bahan yang tipis dan mudah sobek.
Lace
Lace merupakan salah satu jenis material favorit untuk gaun pengantin. Ciri khas lace yang bertekstur jaring atau sulaman motif floral memang memberi kesan gaun yang anggun dan vintage.
Selain dengan dry clean, gaun berbahan lace juga tetap aman dicuci manual dengan tangan. Setelah dicuci cukup diremas-remas atau serap airnya menggunakan handuk warna putih. Lalu keringkan lace dengan cara merebahkan pada bidang datar demi menghindari sifat bahan (menjadi turun). Yang juga tak kalah penting, simpan gaun berbahan ini ke dalam box khusus.
Tulle
Mirip seperti lace, bahan tulle juga merupakan salah satu bahan gaun pengantin favorit karena mencitrakan kesan elegan dan romantik. Karakter khas pada bahan yang berlubang-lubang dan mirip jaring ini membuat perawatan tulle agak berbeda dengan jenis bahan gaun pengantin lainnya.
Tulle bahkan hampir nyaris tidak memerlukan proses steam atau setrika karena membuat bahan akan terbakar. Mencuci basah tulle juga akan mengubah karakter bahan menjadi lemas. Paling aman, rawat tulle dengan cara dry clean dan apabila bahan ini terlihat kusut, maka cukup digantung karena teksturnya akan rapi kembali.
Satin
Tekstur lembut dan mengilap yang sangat khas pada kain satin membuat material ini terkesan amat mewah sekaligus elegan. Konon, satin ini berasal dari Zaytoun, China yang kini dikenal Canton. Satin mulai dikenal di Eropa pada abad ke- 12 dan Inggris pada abad ke-14.
Dalam merawat gaun berbahan satin, cuci manual lalu keringkan dengan cara digantung atau diangin-anginkan tanpa diperas untuk menghindari kerusakan serat. Setrika bahan satin dengan suhu sedang, lalu simpan dengan cara digantung.
Sebelum dikenakan, gaun pengantin dari satin duchesse dianjurkan tidak dicuci meski dengan cara kering (dry clean). Cara cuci ini dikhawatirkan akan mengubah karakter bahan. Misalnya menghilangkan efek mengembang pada ball gown.
*Foto: beaugestecleaners.com/laundry-services/wedding-dree-cleaning/

