EVENT / Others / December 2021

Ragam Tradisi Unik Pernikahan dari Berbagai Negara

Pernikahan lazimnya diwarnai dengan serangkaian tradisi yang sesuai dengan aturan setempat. Jika dalam pernikahan tradisional di Indonesia seringkali terdapat beragam tradisi yang digelar sesuai adat, begitu juga dengan beberapa negara berikut ini. Di negara-negara berikut ada pula serangkaian tradisi pernikahan yang mengacu pada aturan setempat. Tak jarang tradisi tersebut terkesan unik bagi orang awam.

Dilansir dari thewedding.id, berikut kami berikan ulasannya.

 

Jerman

Jika dalam pernikahan adat Sunda kita mengenal tradisi “Pabetot Bekakak Ayam” atau tarik-menarik ayam, di Jerman ada tradisi serupa yang disebut “Baumstamm Sagen” atau menggergaji batang pohon.

Untuk menguji kekuatan pasangan pengantin, mereka akan diminta untuk memotong satu log kayu dengan sebuah gergaji secara bersamaan. Konon, tradisi ini akan membuktikan kekuatan mereka sebagai pasangan menghadapi tantangan di kehidupan setelah pernikahan. Meskipun terkesan seru, tapi sepertinya kedua mempelai akan langsung berkeringat usai melaksanakan tradisi ini.

 

Yunani

Di negerinya para dewa ini, tradisi unik pernikahan terjadi dimana  pengantin pria akan mengadakan ritual khusus saat hari pernikahan. Para sahabat pengantin pria akan berkumpul untuk mencukur rambut di wajahnya dengan pisau cukur. Setelah itu, pengantin pria akan diberi makan berupa kacang almond dan madu oleh ibu mertuanya.

 

Filipina

Sudah sejak abad pertengahan, burung merpati dianggap sebagai simbol cinta dan kesetiaan. Sehingga tak mengherankan bila hewan ini seringkali menghiasi berbagai perayaan cinta seperti hari valentine dan hari pernikahan. Di Filipina, pasangan yang berbahagia akan melakukan tradisi berupa melepaskan sepasang merpati putih ke angkasa. Ritual ini dilaksanakan sebagai simbol hidup bahagia bagi kedua mempelai.

 

Peru

Tradisi lempar bunga di hari pernikahan mungkin sudah tak asing lagi. Namun berbeda dengan tradisi pernikahan yang dilaksanakan di Peru. Di negara ini, para wanita lajang akan berlomba memperebutkan cincin palsu yang terselip pada salah satu pita di kue pengantin.

Sebelum kue pengantin dipotong, tamu wanita akan menarik pita-pita tersebut. Wanita yang berhasil mendapatkan cincin palsu tersebut konon dianggap akan segera menyusul untuk menikah.

 

Jamaika

Penampilan pengantin wanita tentu akan menjadi pusat perhatian seluruh tamu undangan. Namun bagaimana jika para tamu tersebut bukan sekadar memperhatikan pengantin saja, tapi juga mengomentari secara langsung penampilan si ratu sehari ini di hari pernikahan. Itulah tradisi pernikahan yang dilakukan di Jamaika.

Saat hari pernikahan, para tetangga desa pengantin wanita akan berkumpul dan memberikan pendapat jujur ​​mereka seputar penampilan pengantin wanita. Tak sampai di situ, setelah menerima pendapat para tetangga pengantin akan pulang lalu mengubah penampilannya sesuai komentar yang diberikan.

 

Inggris

Tradisi melompati sapu bersama pasangan atau “jumping the broom” dipengaruhi oleh budaya orang-orang Romania di Inggris pada abad ke-18.  Tradisi ini bermula pada zaman perbudakan dimana secara hukum pernikahan antara budak adalah ilegal.

Saat melakukan jumping the broom,  pengantin pria akan melompati sapu terlebih dahulu kemudian diikuti pengantin wanita. Penggunaan sapu digunakan sebagai salah satu simbol peralatan rumah tangga. Kini tradisi tersebut banyak dilakukan oleh pasangan Keturunan Afrika dan Amerika.

 

Pakistan

Pengantin pria di Pakistan harus siap kehilangan sepatunya saat pesta pernikahan. Pasalnya, teman-teman pengantin akan berusaha mencuri sepatu pengantin pria. Tradisi unik ini dilakukan saat acara “showing the face” berlangsung.

Saat acara tersebut, mempelai wanita akan menunjukkan wajahnya yang sebelumnya tertutup veil kepada mempelai pria. Saat kedua mempalai saling sibuk menatap, teman-teman mereka akan mencuri sepatu dan meminta uang sebagai tebusannya. Unik ya?

 

Norwegia

Pengantin wanita di Norwegia akan menambahkan mahkota perak atau perak dan emas dengan hiasan berupa gelang dan sendok kecil di sekeliling mahkota. Saat pengantin wanita menggerakkan kepalanya, mahkota tersbut akan menghasilkan bunyi berdenting. Konon, dalam tradisi Norwegia musik yang dihasilkan dari mahkota ini berfungsi untuk mengusir roh jahat. Meskipun saat ini, mahkota yang dikenakan pengantin wanita lebih bervariasi dan modern.

 

Rusia

Ada yang unik dari tradisi melamar yang dilakukan di Rusia. Selain memohon doa restu kepada orangtua calon mempelai wanita, si pria juga harus menyiapkan mental untuk melakukan hal-hal konyol seperti menari, menjawab teka-teki, atau memasang popok bayi.

Tradisi unik pernikahan di Rusia dikenal dengan istilah “nevesty vykup.” Setelah calon pengantin pria memenuhi permintaan dari teman-teman dan keluarga pihak wanita tersebut barulah ia akan dipertemukan dengan calon istrinya.

 

China

Ada begitu banyak tradisi yang dilangsungkan pada pernikahan di China. Salah satu diantaranya adalah pengantin wanita perlu menyiapkan tiga gaun untuk hari bahagianya ini. Gaun pertama dikenakan untuk upacara, gaun kedua untuk resepsi, dan gaun terakhir gaun koktail untuk after pary.

 

*Sumber: http://thewedding.id/planning-2/10-tradisi-pernikahan-seru-dari-berbagai-negara-44031

*Foto: https://www.was-soll-ich-schenken.net/geschenke/hochzeits-baumstamm-saegen