EVENT / Others / June 2019

Pemicu Sindrom Pra-Nikah

Di samping semangat yang menggebu, rasa khawatir dan cemas memang sering menghampiri sebagian pasangan calon pengantin saat mempersiapkan pernikahan. Tak jarang mereka yang sedang mengalami sindrom pra-nikah ini tepancing emosi hingga mengakibatkan pertengkaran keduanya.

Detik-detik menjelang pernikahan memang suatu hal yang paling menegangkan dalam hidup. Karena Anda akan menjalani kehidupan yang baru dan tidak sama lagi seperti kehidupan sebelumnya.

Tingkat stres yang tinggi serta rasa lelah karena persiapan pernikahan, biasanya dipicu dengan perubahan status sosial yang sebentar lagi berubah. Selain kekhawatiran yang berlebih, sindrom pra-nikah juga diakibatkan oleh beberapa faktor. Berikut kami lansir beberapa pemicu munculnya sindrom pra-nikah ini.

 

Belum Benar-Benar Siap

Menjalani kehidupan rumah tangga memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Membayangkan indahnya kehidupan rumah tangga bersama kekasih memang hal yang membahagiakan. Namun, sebagian dari mereka hanya membayangkan yang mudah tanpa belajar untuk menerima kekurangan-kekurangan dari pasangannya. Sehingga mereka belum benar-benar siap untuk menjalani kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya.

 

Rasa Jenuh Terhadap Pasangan

Hampir semua orang pasti pernah mengalami rasa jenuh. Jenuh bisa timbul karena rutinitas atau kegiatan yang selalu berulang. Tak jauh berbeda dengan hubungan percintaan. Menjalin hubungan kekasih selama bertahun-tahun dan memutuskan untuk menikah terkadang membuat kita merasa jenuh dan ingin menjalani hubungan dengan orang baru. Oleh karena itu, masa pacaran bertahun-tahun tidak menjamin akan berakhir di pelaminan.

Rasa Ragu Terhadap Pasangan

Faktor yang satu ini mungkin menjadi salah satu beban pikiran. Karena setelah pengucapan janji dan dinyatakan resmi, maka Anda tidak bisa mundur lagi. Mungkin berbagai macam pertanyaan seperti “Apakah dia bisa membahagiakan saya nanti?” atau “Apakah pendapatan saya cukup untuk menghidupi istri dan anak nanti?”
Tidak bisa dipungkiri sindrom pra-nikah bisa menimbulkan bermacam pikiran negatif terhadap pasangan. Namun, semua yang terjadi dalam fase ini akan memberikan satu pelajaran yang sangat berarti untuk Anda dan pasangan.

Untuk itu, menjaga komunikasi dan saling percaya terhadap pasangan sangat dibutuhkan untuk mengurangi tingkat stres saat menjelang hari pernikahan. Istirahat yang cukup dan refreshing bersama teman dan keluarga bisa membantu untuk menghidupkan mood.

 

*Sumber: http://thewedding.id/post/276/Apa-Itu-3-Pemicu-Sindrom-Pra-Nikah

*Foto: https://www.hipwee.com/hubungan/sindrom-pra-pernikahan-bisa-jadi-boomerang-yang-menyerang-kapan-saja-8-hal-ini-cara-menyikapinya/

 

Share ArticleShare on FacebookTweet about this on TwitterGoogle+share on TumblrPin on Pinterest