EVENT / Others / March 2022

Mengenal Perjanjian Pra-nikah

Mungkin beberapa diantara kita sudah tidak asing lagi mendengar atau melihat sepasang calon pengantin melakukan perjanjian pra-nikah sebelum pernikahan digelar. Meski sebelumnya, perjanjian ini sering menimbulkan perdebatan dan dianggap sudah melanggar etika. Namun, semakin berkembangnya zaman, juga bertambahnya wawasan, akhirnya perjanjian pra-nikah sudah dianggap hal biasa.

 

Bentuk Perjanjian

Perjanjian pra-nikah atau prenuptial agreement merupakan perjanjian perdata yang melibatkan dua belah pihak yang akan melangsungkan suatu ikatan pernikahan. Biasanya perjanjian ini dilakukan sebelum melangsungkan pernikahan atau bisa juga pada saat pernikahan dilangsungkan.

Bagi Anda yang akan membuat perjanjian ini, dapat dibuat dalam bentuk akta notaris dan untuk mengesahkannya. Perjanjian ini harus melibatkan petugas pencatatan perkawinan dan dicatatkan dalam buku nikah. Dan yang patut diketahui, jika perjanjian Anda tidak dituliskan ke dalam buku pernikahan, maka perjanjian tersebut dianggap tidak ada.

 

Fungsi Perjanjian

Perlu diketahui bahwa fungsi dari perjanjian ini adalah untuk menjaga kepemilikan harta masing-masing pihak dalam pernikahan apabila salah satu dari kedua pihak dinyatakan pailit/bangkrut. Ketiadaan perjanjian pra-nikah memungkinkan pembayaran utang pailit hingga lunas dengan mengunakan harta kedua pihak.

Hal tersebut tentunya dapat dihindarkan dengan adanya perjanjian pra-nikah, karena otomatis harta yang akan digunakan untuk membayar utang pailit hanyalah harta yang dimiliki oleh pihak yang dinyatakan pailit.

 

Beberapa Jenis Perjanjian

Pada dasarnya, ada berbagai macam jenis perjanjian pra-nikah, namun yang umum digunakan adalah:

  • Pemisahan Harta Sempurna: Dalam jenis perjanjian pra-nikah ini, harta yang diperoleh suami akan tetap menjadi milik sang suami dan begitu juga dengan harta sang istri. Tidak akan ada yang namanya harta bersama.
  • Pencampuran Harta Bulat: yang merupakan kebalikan dari pemisahan harta sempurna, sehingga tidak ada harta pribadi suami ataupun istri dan yang ada hanyalah harta bersama.

Tapi, agar tidak menimbulkan masalah dengan pasangan, sebelum memutuskan untuk membuat perjanjian, sebaiknya Anda mendiskusikan baik-baik terlebih dahulu dengan pasangan Anda.

 

*Sumber: http://thewedding.id/planning-2/mengenal-perjanjian-pra-nikah-22837

*Foto: https://www.herworld.co.id/article/2014/11/1550-Kiat-Atasi-Perjanjian-Pranikah